Masalah Banjir dan Macet di Jakarta

█▓▒░

MASALAH BANJIR DAN KEMACETAN DI JAKARTA

Permasalahan ibukota yang tak ada habisnya…..

Memang masalah banjir di Jakarta merupakan masalah yang dari dahulu dihadapi pemerintah setiap tahunnya. Banjir dahulu tidak separah dengan banjir-banjir sekarang. Banjir yang tiada hentinya menimpa ibukota negara ini serasa sudah menjadi langganan yang hingga kini tiada kunjung dapat diatasi. Dari mulai Gubernur dahulu hingga sekarang ini. Padahal berbagai cara dan metode tercanggih pun sudah dicoba dan masih belum dapat menanggulanginya, seolah-olah masalah ini sudah tidak ada lagi solusi untuk pemecahannya.

Belum lagi masalah kemacetan di ibukota ini, yang semakin lama semakin parah. Masalah banjir saja belum selesai diatasi, pemerintah diihadapi pula dengan masalah kemacetan yang tak kunjung reda.

Melihat permasalahan diatas penyebab utamanya adalah karena “Sangat Padatnya Jumlah Penduduk Di Jakarta”. Pertambahan penduduk yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Urbanisasi besar-besaran setiap tahunnya ini mengakibatkan sempitnya ruang dan tata kota Jakarta ini. Kepadatan Penduduk mengakibatkan :

  1. Sempitnya ruang terbuka dan penghijauan, dikarenakan sudah padatnya pemukiman dan perumahan penduduk.
  2. Resapan air yang semakin berkurang, dikarenakan tanah sudah beralih fungsi menjadi rumah, gedung, dan jalan-jalan.
  3. Menurunnya permukaan tanah, dikarenakan setiap rumah menggunakan air sumur (pengeboran air sumur yang dalam).
  4. Sulitnya pemda melakukan pembenahan tata ruang kota, dikarenakan padatnya pemukiman warga yang menempati rumah di jalur hijau atau pun bantaran kali dan tempat-tempat terlarang lainnya, dan lain-lain.
  5.  Kesadaran, kedisiplinan dan ketertiban warga yang kurang, dikarenakan sangat padatnya penduduk (seperti pepatah mengatakan : semakin banyak orang semakin susah diatur).
  6. Tingginya tingkat kejahatan

Jakarta ibukota negara memang pusat segalanya seperti : pusat pemerintahan, pusat perdagangan. pusat bisnis, pusat hiburan, dan pusat-pusat lainnya. Tak heran orang beranggapan Jakarta tempat yang paling mudah untuk mencari uang, sehingga orang beramai-ramai datang ke Jakarta untuk mencari uang. Padahal anggapan tersebut tidaklah terlalu benar, karena orang yang mudah mencari uang apabila ia mempunyai keahlian / keterampilan.

Sudah saatnya pemerintah segera mengambil langkah-langkah untuk menekan dan mengurangi Kepadatan Jumlah Penduduk di Jakarta. Karena kalau bukan sekarang kapan lagi. Apakah menunggu hingga Jakarta terendam air dan tercemar polusi udaranya….??

Beberapa hal yang harus dilakukan oleh pemerintah guna mengurangi kepadatan jumlah penduduk di Jakarta antara lain :

  1. Meminimalisir orang-orang yang datang ke Jakarta (urbanisasi) dengan melakukan razia yudistia secara rutin di pintu gerbang menuju Jakarta yang dahulu sering dilakukan.
  2. Tingkatkan kembali program transmigrasi.
  3. Pengembangan usaha / hasil daerah masing-masing untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya.
  4. Para pengusaha yang sudah berhasil di Jakarta, agar  membangun juga usahanya di daerah untuk mempekerjakan orang-orang di sekitarnya.
  5. Pemerintah pusat harusnya melakukan pemerataan dan keadilan ke berbagai daerah, yaitu dengan pembangunan pusat-pusat bisnis dan perdagangan di daerah-daerah, sehingga mengurangi urbanisasi ke jakarta.
  6. Peran aktif dan ketegasan pemerintah dan masyarakat harus lebih ditingkatkan demi ketertiban, kenyamanan, keamanan, dan kemajuan daerah dan negaranya.

Demikian ulasan-ulasan di atas yang sudah saatnya kita laksanakan guna menanggulangi banjir dan kemacetan di Jakarta.

Iklan

║║║║║

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s