Taman-Taman di DKI Jakarta

█▓▒░

TAMAN – TAMAN DI DKI JAKARTA

Jakarta adalah ibukota negara Indonesia yang merupakan provinsi pusat pemerintahan. Selain itu jakarta adalah sebagai pusat perdagangan, bisnis, industri, dan sentra-sentra lainnya yang juga merupakan kota besar metropolitan. Oleh karena itu membuat kota jakarta sarat akan kepadatan penduduk dan urbanisasi yang besar-besaran. Dari hal tersebut mengakibatkan Jakarta semakin lama semakin padat dan sempitnya ruang terbuka hijau (taman-taman) dikarenakan beralihnya fungsi lahan menjadi perumahan, pertokoan, jalan-jalan dan sebagainya. Belum lagi kepadatan kendaraan yang membuat polusi dan pencemaran udara yang sangat tinggi. Untuk itu sangat diperlukan sekali taman-taman / ruang terbuka hijau untuk menurunkan tingkat polusi dan pencemaran udara. Selain itu taman-taman juga sangat membantu untuk memulihkan pikiran atas kejenuhan aktifitas sehari-hari serta dapat dijadikan rekreasi keluarga dan olahraga.

Adapun taman-taman yang ada di Jakarta antara lain :

Taman Ayodya

Taman Ayodya

Terletak di jalan Barito, Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (berdekatan dengan Mall Blok M dan GOR Bulungan Jakarta Selatan). Taman ini berdiri di lahan seluas 7.500 meter persegi di sebuah lahan bekas pasar ikan hias Barito. Di tengah taman ini dibuat danau seluas 1.500 meter persegi. Taman Ayodya Barito dilengkapi dengan fasilitas bangku taman, toilet, gajebo dan pendopo, danau buatan, air mancur, penjual makanan dan minuman, tempat parkir (mobil dan motor), serta di sekitar taman ini juga terdapat restaurant dan hotel. Masuk ke lokasi ini tidak dipungut biaya.

Publik mengetahui taman ini sebelumnya tempat pedagang ikan dan bunga atau dikenal dengan Pasar Ikan dan Bunga Barito berjualan. Sebutan Barito karena memang adanya di ujung Jalan Barito. Ketika Pemko Jakarta Selatan memindahkan ke Pasar Inpres Radio Dalam di Kelurahan Gandaria Utara, maka selanjutnya dibuatlah taman yang asri dilengkapi kolam menyerupai danau mini dilengkapi air mancur. Dikala sore hari banyak warga setempat maupun dari tempat lain yang berkunjung di kawasan ini mampir menunggu jelang matahari terbenam di taman yang adem dikala sore. Diseberang taman terletak Jalan Mahakam dan Jalan Melawai Raya yang sepanjang jalan berderet toko-toko, restoran, cafe, fashion, hotel berbintang. Objek yang dekat taman ini yaitu Pasar Burung terletak diseberang kiri taman, Hotel Gran Mahakam berjarak 75 meter dan Gereja Katolik Santo Yohanes pas diseberang taman. Selain melewati Jalan Melawai Raya bisa juga melewati Jalan Gandaria I, Jalan Bulungan maupun Jalan Kyai Maja untuk mencapai Taman Ayodya.

Taman Langsat

Taman Langsat

Terletak di jalan Langsat, Kelurahan Keramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Lokasi Taman Langsat berhadapan langsung dengan Taman Ayodya Barito. Taman Langsat berdiri di lahan seluas kurang lebih 2 hektar. Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, Taman Langsat dilengkapi dengan fasilitas toilet, jogging track, sarana refleksi, tempat bermain anak-anak, tempat duduk atau bangku taman, aula atau gedung pertemuan, pembibitan tanaman dan bunga, serta tempat parkir (mobil dan motor).

Pada awalnya Taman Langsat merupakan tempat penampungan bibit tanaman, namun pada saat ini telah ditingkatkan fungsinya menjadi area penyuluhan pertamanan dan beberapa fasilitas yang dapat dipergunakan untuk umum. Masuk ke lokasi ini tidak dipungut biaya.

Taman Ujung Leuser

Taman Ujung Leuser

Terletak di jalan Lauser, Kelurahan Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (bersebelahan dengan RS. Pertamina). Taman Leuser berdiri di lahan seluas 3000 meter persegi dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan akan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Jakarta. Konsep aslinya hanya sebagai ladang penghijauan untuk kota Jakarta. Karenanya, taman ini hanya dilengkapi dengan bangku taman saja. Fasilitas olahraga sejauh ini belum ada. Masuk ke lokasi ini tidak dipungut biaya.

Taman Marta Tiahahu

Taman Martha Tiahahu

Taman Marta Tiahahu merupakan salah satu taman terluas di Jakarta Selatan, dengan luas 20.960 m2. Taman ini terletak disekitar komplek atau pusat perbelanjaan dan terminal bus Blok M. Air mancur, tugu, termasuk kolam besar merupakan elemen penting yang memperindah lingkungan ini.

Taman Tangkuban Perahu

Taman Tangkuban Perahu

Terletak di Jalan Tangkuban Perahu, Kelurahan Guntur, Setia Budi, Jakarta Selatan. Luas Area kurang lebih 6480 m2. Fasilitas yang ada di taman ini seperti  bangku taman, jogging track, dan arena bermain anak. Tempat ini berfokus pada ruang terbuka untuk penghijauan. Masuk ke lokasi ini tidak dipungut biaya.

Taman Puring

Taman Puring

Terletak di jalan Kyai Maja Taman Puring, Kelurahan Keramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Lokasi taman ini bersebelahan dengan Pasar Taman Puring. Taman Puring yang berada di tepi jalan ini berdiri dilahan seluas 13.000 meter persegi. Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, Taman Puring dilengkapi dengan saranan Jogging track, bangku taman, toilet, dan tempat bermain untuk anak-anak. Masuk ke lokasi ini tidak dipungut biaya.

Taman Makam Pahlawan Nasional

Taman Makan Pahlawan

Terletak di jalan Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Luas area keseluruhan Taman Makam Kalibata kurang lebih 100 Ha. Terdapat bekas taman yang kini dialih fungsikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH), dimana terdapat pengembangbiakan hewan Rusa yang tidak boleh dimasuki oleh masyarakat. Selain itu terdapat area makam khusus untuk pahlawan Indonesia, terdapat danau, jogging track dan bangku taman.

Taman Menteng

Taman Menteng

Sejarah lapangan sepak bola Persija. Menteng telah ada sejak tahun 1920an, bernama Voetbalbond Indiesche Omstreken atau V.I.O.S Veld, berlokasi di Jl. HOS. Cokroaminoto 87 Menteng, Jakarta Pusat.

Sejak tahun 1921, lahan seluas 3,4 hektar tersebut sudah digunakan sebagai tempat berolahraga orang-orang Belanda. Tahun 1961 Persija dirasa perlu memiliki sebuah lapangan yang cukup repersentatif. Surat Keputusan Gubernur Jakarta Tahun 1975 menetapkan stadion ini sebagai salah satu kawasan cagar budaya yang harus dilindungi. Pada tahun yang sama lapangan tersebut berubah nama menjadi Stadion Persija atau akrab disebut Stadion Menteng.

Rencana pengalihan fungsi Stadion Menteng menjadi Taman Menteng berawal sejak 2004, sekitar bulan September. Dilakukan sayembara desain Taman Menteng, ruang terbuka publik serba-guna oleh Dinas Pertamanan DKI Jakarta. Sayembara ini menekankan pada tema penyelesaian masalah parkir melalui parkir bawah tanah dan ruang publik yang memiliki karakter kontemporer.

Pada tanggal 28 April 2007 taman ini diresmikan dan dikategorikan sebagai taman publik yang memiliki fasilitas olahraga, 44 sumur resapan, dan lahan parkir. Hingga saat ini kawasan ini berfungsi juga sebagai ruang terbuka publik bagi masyarakat Menteng.

Taman Situ Lembang

Taman Situ Lembang

Taman Situ Lembang terletak di pusat Jakarta dan luas lahannya 11.150 m2. Taman ini merupakan salah satu taman tertua di Jakarta dan memiliki danau kecil yang airnya berasal dari sumber air alam. Arena pemancingan, olahraga lari santai adalah salah satu sarana rekreasi yang disukai, telah dikembangkan ditaman ini. Ditaman ini juga terdapat arena permainan anak.

Taman Suropati

Taman Surapati

Beberapa seniman negara ASEAN menyumbangkan hasil karyanya dan memperagakan di Taman Suropati. Taman ini mempunyai nama tambahan “Taman Persahabatan Seniman ASEAN”. Adanya berbagai ornamen dan sarana yang terdapat di Taman Suropati, menyebabkan taman ini menjadi salah satu taman dengan kualitas terbaik di Kota Jakarta.

Taman Lapangan Banteng

Taman Lapangan Banteng

Terletak di jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Sekitar tahun 1980-an taman ini sempat dipergunakan sebagai terminal bus untuk rute dalam dan luar kota. Pada tahun 1993 fungsi Lapangan Banteng dikembalikan lagi sebagai ruang terbuka hijau kota. Taman kota yang luasnya kurang lebih 4,5 hektar dan dapat dipergunakan untuk berbagai macam kegiatan, antara lain :

  • Tempat rekreasi dan bersantai bagi warga jakarta
  • Tempat pameran untuk swasta, instansi Pemerintah maupun perorangan, misalnya pameran flora dan fauna, lukisan atau pameran lain yang dapat dilangsungkan di taman.
  • Tempat olah raga, jalan kaki, senam kesegaran jasmani, dan latihan seni bela diri.
  • Tempat pengenalan berbagai jenis tanaman rempah-rempah.
  • Tempat untuk menyelenggarakan lomba satwa, temu wicara, sarasehan, dan lain-lain.

Taman Monumen Nasional (Monas)

Taman Monas

  • Arsitek Utama  : Ir. Soekarno
  • Arsitek Pelaksana : Soedarsono
  • Penasehat Konstruksi : Prof. Ir. Rooseno
  • Monumen Nasional mulai dibangun 17 Agustus 1961 hingga 1968, dibuka untuk umum 1972.

Ruangan-Ruangan di Monumen Nasional :

  1. Terowongan, sebagai pintu gerbang masuk Monumen Nasional
  2. Ruang Museum Sejarah Monumen Nasional, menampilkan 51 adegan diorama sejarah, terletak 3 meter dibawah permukaan halaman dengan ketinggian 8 meter dan luas 80 x 80 meter
  3. Ruang Kemerdekaan, menampilkan 4 atribut kemerdekaan, yaitu : Teks Proklamasi, Burung Garuda, Kepulauan Indonesia, dan Pintu Gapura yang berisi suara pembacaan teks Proklamasi oleh Ir. Soekarno
  4. Pelataran Cawan, terletak pada ketinggian 115 meter dari permukaan halaman Monumen Nasional dengan luas 45 x 45 meter
  5. Lidah Api Kemerdekaan, terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton semula dilapisi emas seberat 32 kg dan pada tahun 1995 saat Republika Indonesia berusia 50 tahun, ada penambahan emas seberat 18 kg, sehingga berat emas pada Lidah Api Kemerdekaan menjadi 50 kg.

Taman Medan Merdeka

Taman Medan Merdeka

Istana Gubernur disebelah utara Taman Monas yang kemudian disebut sebagai Istana Negara. Nama Monumen Nasional diberikan karena pada tahun 1961 Presiden RI yang pertama membangun sebuah Monumen berbentuk obor raksasa, yang mencerminkan kebesaran bangsa dan untuk membangkitkan semangat perjuangan Bangsa dimasa yang akan datang.

Kemudian pada tanggal 10 Januari 1993 Presiden Soeharto mencanangkan dimulainya peningkatan dan pengembangan Taman Monas sebagai taman rekreasi dan monumental yang megah. Areal taman telah menjadi jejak sejarah yang panjang, mempunyai pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan Kota Jakarta, serta catatan berbagai peristiwa yang terjadi selama beberapa ratus tahun.

Konsep tata hijau untuk menunjang keberadaan Tugu Monas, sebagai tempat pendidikan alam, kebon Botani, pengarah, penyejuk, keindahan kota, sangtuari satwa, bio-filter terhadap polusi udara, suara dan cahaya serta mempertinggi fungsi peresapan air di kawasan Taman Medan Merdeka.

Oleh sebab itu pemilihan jenis tanaman dijalankan pada jenis-jenis yang memenuhi persyaratan tersebut diatas, serta merupakan koleksi tanaman-tanaman yang mewakili kekayaan alam dari 33 provinsi di Indonesia.

…..

Selain taman-taman di atas yang dikelola oleh dinas pertamanan DKI Jakarta, Jakarta juga memiliki Hutan Kota yang dikelola oleh dinas kehutanan DKI Jakarta seperti Hutan Kota Universitas Indonesia di depok, Hutan Kota Srengseng di jalan H. Kelik, Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dan akan dibangun taman baru yakni Taman Kebon Pisang di daerah Tomang, Jakarta Barat.

Sumber referensi :

Iklan
By Aji Gunawan Posted in Jakarta

2 comments on “Taman-Taman di DKI Jakarta

║║║║║

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s